Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

Wednesday, 3 July 2013

Artikel Softskill

Sistem Keamanan pada Komputer Perusahaan

Kesadaran keamanan informasi menjadi prioritas setelah kehilangan data atau kerusakan yang terjadi. Hal ini membuat pengguna sistem informasi tidak siap untuk memecahkan atau meminimalkan risiko yang bisa terjadi. Penilaian kerentanan atau proses untuk mengukur kelemahan sistem dari serangan luar bisa menjadi cara yang efektif untuk pelaksanaan pengendalian preventif terhadap risiko yang bisa saja terjadi.
Jumlah hacker yang menyusup banyak sistem informasi dalam perusahaan telah membuat keamanan informasi menjadi isu yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan dukungan bisnis perusahaan dengan melindungi dan mengamankan informasi perusahaan atau data, yang berupa semua kegiatan mengenai karyawan, proses akses, komunikasi, distribusi, penyimpanan, penghapusan dan penghentian. Hal ini dianalisa bahwa semua kontrol dan perlindungan informasi atau data spesifik harus sesuai dengan klasifikasi data perusahaan. Semua prosedur kerja, tanggung jawab dan perusahaan perlindungan dari masalah hukum gugatan atau proses mengoptimalkan produktivitas kerja, menciptakan efisiensi biaya dan sanksi juga unsur-unsur yang harus dipertimbangkan dalam masalah ini. Akhirnya, dapat disimpulkan bahwa penerapan keamanan teknologi informasi Sistem hanya dapat berhasil dengan dukungan penuh dan komitmen dari atas sampai tingkat terendah manajemen
Ruang server komputer merupakan bagian penting dalam sebuah perusahaan, terutama di perusahaan yang berbasis IT. Oleh karena itu, ruang server harus memiliki sistem keamanan yang dapat melindunginya dari akses ilegal ke ruang server. Selain keamanan logika seperti proteksi password pada komputer server, perlindungan fisik juga harus diterapkan di ruang server komputer. Dalam hal ini penelitian, akan dibangun suatu sistem monitoring yang diterapkan dalam ruang server komputer dengan kamera keamanan yang dapat dikendalikan dari internet dengan web menggunakan sistem kontrol teknologi yang berbasis untuk port mengendalikan. Portal penertiban digunakan untuk mengontrol masing-masing pin di port paralel, ketika mereka aktif dan tidak aktif.
Keamanan fisik IT, jaringan, dan aset telekomunikasi sama pentingnya dengan keamanan cyber. Kami dibenarkan takut hacker, penulis virus dan teroris cyber. Tapi karyawan yang tidak puas, pencuri, perusak, musuh perusahaan, dan ya, teroris dapat dengan mudah melumpuhkan sebuah organisasi dengan melakukan kerusakan fisik aset IT. Dalam banyak kasus kerusakan tersebut bisa jauh lebih sulit untuk pulih dari dari serangan hack atau insiden kode berbahaya.Tidak begitu baik untuk memiliki keamanan komputer besar jika penggunaan kabinet mudah diakses atau individu dapat dengan mudah berjalan ke kantor dan duduk di sebuah komputer lalu mendapatkan akses ke sistem dan aplikasi. Meskipun tingkat keterampilan yang dibutuhkan untuk sistem hack dan pembuat virus makin meluas, keterampilan yang diperlukan untuk memegang kapak, palu, atau selang kebakaran dan menghabiskan ribuan dolar dalam kerusakan bahkan lebih umum. Meskipun banyak buku mencakup keamanan komputer dari satu perspektif atau yang lain, mereka tidak benar-benar menangani keamanan fisik.

Sumber :
http://cls.maranatha.edu/khusus/ojs/index.php/jurnal-sistem-informasi/article/view/pp.%2073%20-%2083

Wednesday, 10 April 2013

Softskill Bahasa Indonesia 2

Menganalisa Tabel

Tabel 1


Dalam menganalisa tabel 1 yang berisi tentang upah minimum di Jakarta dari tahun ke tahun, dapat ditarik kesimpulan bahwa dari tahun 2008 sampai 2010 upah minimum di Jakarta mengalami peningkatan yang cukup signifikan, ini dapat dilihat dari kenaikan upah minimum per sektor pada tahun 2008 hanya Rp 823.500,00 sampai kenaikan pada tahun 2010 jumlah kenaikannya menjadi Rp 1.045.000,00, naik sekitar 20% peningkatan upah minimum di Jakarta.

Wednesday, 27 March 2013

Tugas 2 Softskill Bahasa Indonesia 2

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Media Internet
Internet memang sudah memasyarakat. dari anak-anak sampai orang tua beramai-ramai bergaul di dunia maya. Mereka bercanda lewat Twitter, Facebook, chatting, hingga menggali informasi dari internet. Tapi sayangnya, kebanyakan dari mereka merasa sudah tahu segalanya, padahal sebetulnya mereka baru mengenal kulit luarnya saja. Banyak di antara pengguna internet sendiri masih belum memaksimalkan fitur-fitur dari media yang tersebar di internet. Contohnya, tak sedikit yang kebingungan mencari keywords ata kata kunci yang akurat saat mencari dengan mesin pencari Google, banyak juga yang masih memakai cara konvensional saat berinteraksi lewat Twitter dan Facebook, tak jarang kita masih berkutat dengan hal-hal yang rumit saat membuat website atau blog, dan masih sedikit yang tahu bagaimana memaksimalkan email untuk segala macam tujuan. (Rafael Vicenkli,2012)
Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif. (Darma, Jarot S, Shenia A)



2.2 Definisi Multimedia
            Multimedia berasal dari kata ‘multi’ dan ‘media’. Multi berarti banyak, dan media berarti tempat, sarana atau alat yang digunakan untuk menyimpan informasi. Jadi berdasarkan kata, ‘multimedia’ dapat diasumsikan sebagai wadah atau penyatuan beberapa media yang kemudian didefinisikan sebagai elemen-elemen pembentukan multimedia. Elemen-elemen tersebut berupa : teks, gambar, suara dan animasi. Multimedia merupakan suatu konsep dan teknologi baru bidang teknologi informasi, dimana informasi bentuk teks, gambar, suara, animasi, dan video disatukan dalam komputer untuk disimpan, diproses, dan disajikan baik secara linier maupun interaktif.
            Penyajian dengan menggabungkan seluruh elemen multimedia tersebut menjadikan informasi dalam bentuk multimedia yang dapat diterima oleh indera penglihatan dan pendengaran, lebih mendekati bentuk aslinya dalam dunia sebenarnya. Multimedia interaktif adalah bila suatu aplikasi terdapat seluruh elemen multimedia yang ada dan pemakai (user) diberi kebebasan atau kemampuan untuk mengontrol dan menghidupkan elemen-elemen tersebut.
            Dalam industri elektronika menurut Suyanto (2003 : 20), Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996) atau multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks (McCormick, 1996) atau multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dan media input atau output  dan data, media ini dapat audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dkk, 2002) atau multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video (Robin dan Linda, 2001) Definisi yang lain dari multimedia, yaitu dengan menempatkan dalam konteks, seperti yang dilakukan oleh Hofstetter (2001), multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi).

2.3 Macromedia FlashMX 2004
Macromedia Flash MX atau dapat disingkat Flash MX merupakan perangkat lunak pencipta animasi khususnya pada halaman web yang begitu populer. Dirilis bersama dengan perangkat lunak lainnya dalam paket Studio MX, Macromedia mencoba untuk menancapkan dominasinya pada perangkat lunak yang berjalan pada hampir semua platform komputer dan browser.
Fitur-fitur baru yang hadir pada Flash MX seperti Envelope Modifier maupun fasilitas impor video yang terintegrasi pada perangkat lunaknya. Dengan pembaharuan dalam penanganan perancangan objek gambar, suara maupun video, Flash MX dapat dikatakan mencoba untuk mengakomodasikan keinginan pemakai khususnya perancang animasi yang tidak terdapat pada rilis sebelumnya.(Tito Riberu,2006)

2.4 Alasan Mengapa menggunakan Macromedia FlashMX 2004
Ada beberapa alasan mengapa banyak yang menggunakan Macromedia Flash dalam membuat aplikasi cara belajar kunci-kunci dasar biola di antara beberapa alasan tersebut adalah terintegrasi, dengan macromedia flashMX 2004 kita dapat mendesain semua komponen dari seperti sound, latar belakang, sampai animasi gambar yang kita buat. Macromedia flash menyediakan kemampuan animasi tingkat tinggi. Macromedia flash mudah untuk digunakan.

Tuesday, 12 March 2013

Tugas 1 Softskill Bahasa Indonesia 2


BAB 1
PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi komputer dan aspek multimedia sebagai salah satu bidang dari teknologi informasi yang mendukung dunia pendidikan dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk memvariasikan ataupun menambah metode pembelajaran yang sudah ada saat ini. Kemajuan teknologi informasi dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dengan cara menggunakan paket-paket e-learning yang sesuai. Metode belajar yang baik dapat mempengaruhi pola pikir seseorang dan rasa keinginan untuk belajar akan timbul jika sistem pembelajaran tidak membosankan dan dikemas secara menarik. Sampai saat ini media yang sering dan masih tetap dipergunakan adalah media buku dan pengajar atau guru les di tempat kursus.
Sekarang ini banyak pula buku-buku tentang pembelajaran alat musik biola yang didalamnya terdapat menu kunci-kunci alat musik biola, tetapi bagi pemain alat musik biola yang baru mempelajarinya atau pemula belum dapat memahami metode dari buku-buku tersebut karena mereka tidak mengetahui posisi jari tangan yang benar dan apakah suara yang dihasilkan sudah sesuai pada saat menekan senar dan menggesek biola. Permasalahan yang lain proses belajar mengajar di kelas yang terbatas membuat peserta didik kurang memahami materi yang disampaikan terutama bagi siswa yang terlambat atau siswa yang tidak dapat hadir saat proses belajar mengajar. Untuk mengatasi hal ini maka, dibutuhkan suatu layanan aplikasi komputer tentang pembelajaran kunci-kunci dasar alat musik biola yang mudah dan memadai dalam penyediaan dan penyampaian informasi.
Metode belajar melalui komputer tidak akan mengganti konsep yang sudah diajarkan, tetapi hanya membantu memahami konsep yang sudah ada. Pembuatan aplikasi tersebut didukung oleh komponen-komponen multimedia yang mencakup video, audio (suara), tulisan (teks), animasi (gerak) dan gambar (grafis) yang dibuat dengan menggunakan Macromedia FlashMX.


1.2  Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah untuk membuat program aplikasi tentang cara belajar kunci-kunci dasar biola menggunakan Macromedia FlashMX, sehingga diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana pendukung dalam proses belajar khususnya bagi pemula yang baru belajar alat musik biola.

Tuesday, 15 January 2013

Tugas 4

Kutipan

1.1 Pengertian dari kutipan

Kutipan adalah salinan kalimat, paragraph,atau pendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya, baik yang terdapat dalam buku, jurnal atau yang melalui media cetak maupun elektronik.
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, mengutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau yang lainnya. Mengutip itu berbeda dengan plagiat, plagiat adalah mengambul karangan karangan atau pendapat orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri. Yang perlu dihindari ialah kutipan yang tidak mengandung makna apa-apa dalam tulisan anda. Namun, dalam mengutip, jangan sesekali kita melakukan kesalahan ketika mengutip. Kalau terdapat kesalahan dalam teks yang dikutip, penulis dapat memberikan catatan khusus langsung pada teks dengan tanda kurung, lalu diberi tanda’sic’, yakni singkatan dari sicut(latin) yang berarti : memang demikianlah asalnya (tercetak). Atau, sesuai petunjuk dari Depdiknas-Pusat Bahasa seperti termuat dalam Buku Pedoman Umum EYD, berikan tanda siku [ ] mengapit kutipan yang ternyata salah itu.

Pengertian lain dari kutipan, sebuah kata yang mungkin semua orang belum mengetahui maksudnya apa. Disini saya akan mengulas sedikit mengenai kutipan. Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

1.2 Manfaat dan kegunaan kutipan

Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai :
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu

Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut :
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan

Fungsi Kutipan
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmiah yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.

1.3 Cara mengutip

Ada tiga cara menempatkan sumber kutipan dalam tulisan, yaitu :
Cara ringkas, yaitu cara menempatkan sumber kutipan dibelakang bahan yang dikutip. Sumber kutipan ini ditukiskan diantara tanda kurung dengan menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman yang dikutip.

Cara langsung, yaitu cara menempatkan sumber kutipan langsung dibawah sumber kutipan langsung dibawah pernyataan yang dikutip. Antara pernyataan atau teks dalam tulisan dengan sumber kutipan dipusahkan dengan garis lurus sepanjang garis teks. Jarak garis pemisah dengan teks adalah satu spasi dan jarak garis pemisah dengan sumber kutipan adalah dua spasi, sedangkan garis baris dari kutipan itu sendiri adalah satu spasi

Cara menempatkan sumber kutipan di kaki halaman, cara ini lazim dfisebut footnote (catatan kaki) dan cara ini lebih banyak dianut dalam penulisan skripsi. Antara bagian teks dengan footnote dipisahkan dengan garis lurus sepanjang dua inci dan jarak baris antara garis pemisah dengan teks adalah satu setengah spasi, sedangkan jarak baris antara garis pemisah atau footnote adalah dua spasi.indensi untuk footnote seperti indensi alines bsru dalam teks. Jarak baris dalam footnote adalah satu spasi, sedangkan jarak antara footnote satu dengan footnote lain dalam tiap halaman adalah dua spasi.

1.4 Contoh kutipan

Kutipan langsung
“Pustaka Java berisi ribuan (lebih dari 5000) kelas beraneka ragam keampuhan. Kekayaan ini merupakan kandungan tersembunyi bahwa penggunaannya dapat menghemat ratusan jam kerja. Keampuhan ini hanya dapat dimanfaatkan bila kita rajin mencoba. Sebelum membuat solusi sendiri, coba eksplorasi pustaka bahasa, mungkin telah diselesaikan” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 37-38)

Kutipan tak langsung
Penulisan dengan identasi merupakan konvensi penulisan yang bagus untuk diikuti. Identasi berarti memberi iden setiap menemui blok baru pada blok-blok yang berbeda. Identasi adalah gaya penulisan program bukan bagian bahasa secara teknis, sehingga digunakan untuk memperjelas pembacaan program oleh pemrogram, bukan oleh kompilator. Kompilator menghasilkan keluaran yang sama meski tanpa identasi. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 174)

Abstrak dan Daftar Pustaka

2.1 Pengertian Abstrak

Pengertian abstrak secara umum adalah inti sari tulisan, meliputi latar belakang penelitian secara ringkas, tujuan, metode, hasil dan kesimpulan penelitian dan panjang abstrak maksimum 150-200 kata dan dilengkapi dengan kata kunci.


Menurut American National Standards Institute (1979), definisi abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisan.

2.2 Tujuan Abstrak

Tujuan abstrak adalah untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu tulisan. Selain itu, abstrak memungkinkan pembaca untuk membaca literatur dalam jumlah yang besar. Hal ini sangat bermanfaat untuk menghindari terjadinya duplikasi dalam penelitian dan pengembangan.


2.3 Contoh Abstrak

Dalam era persaingan kerja saat ini yang begitu pesat, suatu perusahaan harus mampu menyesuaikan kondisi perusahaan dengan persaingan yang ada. Yaitu dengan mempunyai karyawan-karyawan yang berkualitas dengan keterampilan yang bisa diandalkan untuk bisa masuk dalam era globalisasi pada persaingan sekarang ini. Bagi perusahaan yang sudah mempunyai mutu dan kualitas yang bagus di mata masyarakat pastilah hasil yang dicapainya itu merupakan sumber daya dari keterampilan-keterampilan yang ada pada diri karyawannya masing-masing. Oleh karena itu, apabila suatu perusahaan ingin mempunyai karyawan yang berkualitas, peranan pelatihan dalam suatu perusahaan itu sangatlah penting. Pelatihan yang dilakukan oleh perusahaan itu sendiri adalah untuk mengembangkan kemampuan karyawan untuk memenuhi tuntutan pekerjaan atau jabatan yang sedang dijalaninya saat ini. Program pelatihan merupakan salah satu unsur di dalam pengembangan karyawan, dengan ditingkatkannya pengetahuan dan keterampilan karyawan diharapkan program pelatiham dapat meningkatkan pula prestasi kerja karyawan yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi perusahaan. Program pelatihan pada PT. Hutama Karya dilaksanakan dengan metode on the job training yang dilaksanakan oleh perusahaan itu sendiri dan off the job training yang dilaksanakan oleh lembaga diklat di luar perusahaan. Pelatihan yang ada pada PT. Hutama Karya ini menggambarkan bahwa pelatihan mempunyai hubungan untuk meningkatkan prestasi kerja karyawan. Adapun kendala yang dihadapi adalah masalah dana. Dana yang diperlukan tidaklah sedikit, karena kebutuhan – kebutuhan lainnya juga perlu dibiayai. Perusahaan mengatasinya dengan cara menyusun program secara sistematik yang di dasarkan pada analisa jabatan.

2.4 Pengertian Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis).

2.5 Tujuan Daftar Pustaka

Sebuah Daftar Pustaka memberikan deskripsi yang penting tentang buku, majalah, harian itu secara keseluruhan. Karena itu fungsi catatan kaki dan Daftar Pustaka seluruhnya tumpang-tindih satu sama lain.


2.6 Contoh Daftar Pustaka

1. Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari internet, pertama; tulis nama, kedua; tulis (tahun buku atau tulisan dibuat dalam tanda kurung) setelah itu beri (tanda titik), ketiga; tulis judul buku/tulisannya lalu beri (tanda titik) lagi, keempat; tulis alamat websitenya gunakan kata (from) untuk awal judul web dll setelah itu beri tanda koma, kelima; tulis tanggal pengambilan data tersebut ok. Seperti contoh dibawah ini:
Albarda (2004). Strategi Implementasi TI untuk Tata Kelola Organisasi (IT Governance). From http://rachdian.com/index2.php?option=com_docman&task=doc_view&gid=27&Itemid=30, 3 August 2008.
2. Penulisan daftar pustaka dalam pengambilan data dari buku, pertama; penulisan nama untuk awal menggunakan huruf besar terlebih dahulu setelah nama belakang ditulis beri (tanda koma), dimulai dari nama belakang lalu beri (tanda koma) dan dilanjutkan dengan nama depan, kedua; tahun pembuatan atau penerbitan buku, ketiga; judul bukunya ingat ditulis dengan mengunakan huruf miring setelah judul gunakan (tanda titik), keempat; tempat diterbitkannya setelah tempat penerbitan gunakan (tanda titik dua), dan kelima; penerbit buku tersebut diakhiri dengan (tanda titik). Seperti contoh dibawah ini:
Peranginangin, Kasiman (2006). Aplikasi Web dengan PHP dan MySql. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
Soekirno, Harimurti ( 2005). Cara Mudah Menginstall Web Server Berbasis Windows Server 2003. Jakarta: Elex Media Komputindo.

3. Penulisan daftar pustaka yang lebih dari satu/dua orang penulis dalam buku yang sama. Pertama tulis nama belakang dari penulis yang pertama setelah nama belakang beri (tanda koma) lalu tulis nama depan jika nama depan berupa singkatan tulis saja singkatan itu setelah nama pertama selesai beri (tanda titik) lalu beri (tanda koma) untuk nama kedua / ketiga ditulis sama seperti nama sali alis tidak ada perubahan, yang berubah penulisannya hanya orang pertama sedangkan orang kedua dan ketiga tetap. Setelah penulisan nama kedua selesai, nah jika tiga penulis gunakan tanda dan (&) pada nama terakhir begitupula jika penulisnya hanya dua orang saja, setelah penulisan nama selesai, Kedua; tahun pembuatan atau cetakan buku tersebut dengan diawali [tanda kurung buka dan kurung tutup/ ( )] setelah itu beri (tanda titik). Ketiga; judul buku atau karangan setelah itu beri (tanda koma) dan ditulis dengan huruf miring ok. keempat; yaitu penulisan tempat penerbitan/cetakan setelah itu beri (tanda titik dua : ) dan terakhir kelima; nama perusahaan penerbit buku atau tulisan tersebut dan diakhiri (tanda titik) ok. Untuk gelar akademik tidak ditulis dalam penulisan daftar pustaka. Nah ini contohnya Seperti dibawah ini:
Suteja, B.R., Sarapung, J.A, & Handaya, W.B.T. (2008). Memasuki Dunia E-Learning, Bandung: Penerbit Informatika.
Whitten, J.L.,Bentley, L.D., Dittman, K.C. (2004). Systems Analysis and Design Methods. Indianapolis: McGraw-Hill Education.


Sumber Referensi :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/05/abstrak-11/
http://ndycuvu.blogspot.com/2011/09/tujuan-daftar-pustakakutipan-dan.html
http://saharione.blogspot.com/2012/01/kutipan-daftar-pustaka-dan-abstrak.html
http://agungdimas.wordpress.com/2012/01/15/kutipandaftar-pustaka-dan-abstrak/
http://dyahratih.blogspot.com/2012/11/kutipan-abstrak-dan-daftar-pustaka.html
http://internasionale.blogspot.com/2012/01/pengertian-kutipanjenis-dan-contohnya.html
http://lytasapi.wordpress.com/2010/06/05/pengertian-fungsi-dan-jenis-kutipan/




Sunday, 23 December 2012

Tugas 3

Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah

Sebelum kita melangkah lebih jauh mengenai pembahasan kita yaitu karya ilmiah. Mungkin beberapa orang sama sekali belum mengetahui apa itu karya ilmiah dan bagaimana cara membuatnya.berikut ini akan saya berikan beberapa penjelasan cara penulisan karya ilmiah untuk anda.

Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. (Sumber : Wikipedia)


Cakupan bahasan :

1.      Pemilihan Topik
Topik merupakan bahan pembicaraan atau pokok pembicaraan dalam karangan. Kedua, pembatasan topik. Setelah topik berhasil dipilih, maka topik tersebut harus dibatasi agar tidak terlalu luas. Ketiga, pemilihan judul. Topik yang sudah dipilih dinyatakan dengan judul.

Pemilihan topik harus dilakukan pertama kali pada kegiatan prapenulisan karangan. Dalam pemilihan topik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu :
  • Topik bermanfaat dan layak dibahas
  • Topik harus menarik
  • Topik dikenal baik oleh penulis
  • Bahan mudah diperoleh dan cukup memadai
  • Topik tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit

2.      PembahasanTopik
Pembahasan topik makalah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  • Letakkan topik pada posisi sentral dan ajukan pertanyaan apakah topik masih dapat dirinci.
  • Daftar rincian-rincian topik itu dan pilihlah salah satu rincian topik tersebut  kedalam makalah
  • Ajukan pertanyaan apakah rincian topik yang telah dipilih dapat dipilih lagi.

3.      Pemilihan Judul
Dalam karangan ilmiah persyaratan untuk menentukan judul adalah :
a.   Judul harus mencerminkan isi makalah atau mencerminkan topik yang diangkat dalam makalah
b.  Judul sebaiknya dinyatakan dalam bentuk frasa atau klausa, bukan dalam bentuk kalaimat
c.  Judul makalah hendaknya singkat dan jelas. Sebaiknya, judul makalah berkisar antara 5-15 kata
d. Judul hendaknya menarik perhatian pembaca untuk mengetahui isi & tetap mencerminkan isi makalah.

4.      Menentukkan Tujuan Penelitian
Bagian ini mengemukakan tujuan yang ingin dicapai melalui proses penelitian. Tujuan   penelitian harus jelas dan tegas. Tujuan penelitian adalah suatu indikasi kerah mana, atau data (informasi) apa yang akan dicapai melalui penelitian itu. Tujuan penelitian dirumuskan  dalam bentuk pernyataan yang konkret dapat diamati (observable) dan dapat diukur (measurable).

Tujuan penelitian dapat dibagi menjadi :

a)      Tujuan umum
Tujuan umum merupakan tujuan penelitian secara keseluruhan yang ingin dicapai melalui penelitian.
b)      Tujuan khusus
Tujuan khusus merupakan penjabaran atau pentahapan tujuan umum, sifatnya lebih operasional dan spesifik. Bila semua tujuan khusus tercapai, maka tujuan umum penelitian juga terpenuhi. Kata-kata operasional dalam tujuan khusus adalah : mengukur, mengidentifikasi, menganalisa, membandingkan, menilai, mengetahui, dll.

5.      Kerangka Karangan
Adalah rencana garis besar karangan berdasarkan tingkat kepentingannya, pokok- pokok yang akan dibicarakan,  pedoman bagi pembaca untuk mengetahui isi suatu karangan.

Perancangan Karangan
Kegiatan mengarang merupakan kegiatan bertahap. Pada umumnya, para pakar membagi kegiatan mengarang itu menjadi tiga tahap, yakni :

(1) Tahap kegiatan prapenulisan (prewriting),
(2) Tahap kegiatan penulisan (writing) dan
(3) Tahap kegiatan pascapenulisan (post-writing).

Dengan kata lain, kegiatan mengarang adalah kegiatan yang mengikuti alur proses yang bertahap dan berurutan.

Cara membuat karangan yang baik :


  • Menentukan tema yang akan ditulis
  • Pilih judul yang sesuai dengan karangan yang akan ditulis
  • Membuat kerangka karangan yang jelas, gagasan yang sesuai tema, berisi pokok pikiran yang logis,serta konsisten terhadap tema dan judul
  • Selalu memperhatikan isi dari karangan
  • Penggunaan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan)
  • Menguasai tema serta pokok bahasan yang akan kita tulis
  • Patuh pada kerangka karangan yang telah kita buat sebelumnya

6.      Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah

a.       Menentukan Topik
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan topik, antara lain :


  • Topik yang Anda tentukan harus berada di sekitar Anda, baik di sekitar pengalaman Anda maupun di sekitar pengetahuan Anda. Hindarilah topik yang jauh dari diri Anda karena hal itu akan menyulitkan Anda ketika menggarapnya
  • Topik yang Anda pilih harus topik yang paling menarik perhatian Anda
  •  Topik yang Anda pilih harus terpusat pada suatu segi lingkup yang sempit dan terbatas. Hindari pokok masalah yang menyeret Anda kepada pengumpulan informasi yang beraneka ragam.
  • Topik yang Anda pilih harus memiliki data dan fakta yang objektif. Hindari topik yang bersifat subjektif, seperti kesenangan atau angan-angan Anda.
  • Topik yang Anda pilih harus Anda ketahui prinsip-prinsip ilmiahnya — walaupun serba sedikit. Artinya, topik itu janganlah terlalu baru bagi Anda.
  • Topik yang Anda pilih harus memiliki sumber acuan, memiliki bahasa kepustakaan yang memberikan informasi tentang pokok masalah yang akan dibahas. Sumber kepustakaan dapat berupa buku, majalah, surat kabar, brosur, surat keputusan, situs web atau undang-undang, dan lain-lain. Juga bila memerlukan wawancara, maka orang yang akan Anda wawancarai itu tidak jauh dari tempat Anda dan mudah di hubungi.

Jika topik sudah ditentukan dengan pasti sesuai dengan petunjuk-petunjuk, tinggal Anda menguji sekali lagi: apakah topik itu betul-betul cukup sempit dan terbatas ataukah masih terlalu umum dan mengambang.

b.      Menentukan Judul
Penentuan judul karya ilmiah dapat ditempuh dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan masalah apa, mengapa, bagaimana, di mana, dan kapan. Namun, tidak semua pertanyaan itu harus digunakan mementukan judul. Mungkin, pertanyaan itu perlu dikurangi atau ditambah dengan pertanyaan lain.

c.       Rangka Buram Karya Ilmiah
Kerangka karangan, pada prinsipnya adalah proses penggolongan dan penataan berbagai fakta. Kerangka karya ilmiah dapat membuat rangka buram, yakni rangka yang hanya memuat pokok-pokok gagasan sebagai pecahan dari topik yang dibatasi, atau dapat juga membuat rangka kerja, yakni rangka yang merupakan perluasan atau penjabaran dari rangka buram.

Anda menentukan dahulu judul-judul bab dan judul anak bab sebelum. Judul bab dan judul anak bab itu merupakan pecahan masalah dari judul karya ilmiah Anda. Untuk menentukan judul bab dan judul anak bab, Anda dapat bertanya kepada judul karya ilmiah. Pertanyaan yang dapat diajukan ialah apa yang dilakukan dengan judul itu, akan diapakan judul itu, atau masalah apa saja yang dapat dibicarakan di bawah judul tersebut. Nah, berdasarkan kerangka buram itu, Anda mulai bekerja.

d.      Tahap Pengumpulan Data
Jika judul karya ilmiah dan rangka buram karangan Anda sudah selesai, selanjutnya Anda memasuki tahapan pengumpulan data. Langkah pertama yang harus ditempuh dalam pengumpulan data adalah mencari informasi dari kepustakaan (buku, koran, majalah, brosur) mengenai hal-hal yang ada relevansinya dengan judul garapan saat ini.

Informasi yang relevan diambil sarinya dan dicatat. Jangan lupa selalu mencatat sumber informasi secara lengkap untuk memudahkan penulisan penanda acuan dan daftar pustaka. Di samping pencarian informasi dari kepustakaan, penyunting juga dapat memulai terjun ke lapangan. Data di lapangan dapat dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara atau eksperimen.

e.       Pengorganisasian dan Pengonsepan
Jika data terkumpul, Anda menyeleksi dan mengorganisasi data itu. Anda menggolong-golongkan data menurut jenis, sifat atau bentuk. Anda menentukan data mana yang dibicarakan kemudian. Jadi, Anda mengolah dan menganalisis data yang ada dengan teknik-teknik yang ditentukan. Misalnya jika penelitian bersifat kuantitatif, data diolah dan dianalisis dengan teknik statistik yang sederhana. Jika, penelitian Anda adalah penelitian kualitatif (penelitian pustaka) maka data dibahas secara naratif. Selanjutnya, Anda mulai mengonsep karya ilmiah sesuai dengan urutan kerangka karangan yang ditetapkan.

f.       Pemeriksaan Konsep
Sebelum mengetik konsep, Anda memeriksa dahulu konsep itu. Tentu ada bagian yang tumpang tindih atau ada penjelasan yang berulang-ulang. Buanglah penjelasan yang tidak perlu dan tambahkan penjelasan yang dirasakan sangat menunjang pembahasan. Secara ringkas, pemeriksaan konsep mencakupi pemeriksaan isi karya ilmiah dan cara penyajian karya ilmiah, termasuk penyuntingan bahasa yang digunakan.

g.      Penyajian atau Pengetikan
Ketika mengetik, Anda memerhatikan hal-hal seperti kulit depan, unsur-unsur dalam halaman judul, unsur-unsur dalam halaman pengesahan, unsur-unsur dalam daftar isi, dan unsur-unsur dalam daftar pustaka serta lampiran. Pembicaraan bentuk karya ilmiah mencakupi bahan yang digunakan, perwajahan, dan penomoran halaman. Pembicaraan bagian-bagian karya ilmiah mencakupi judul karya ilmiah, judul bab-bab dalam karya ilmiah, judul anak bab, (d) judul tabel, grafik, bagan, gambar, daftar pustaka, dan lampiran. Hal-hal di atas tentu Anda perhatikan sesuai dengan konvensi pembuatan karya ilmiah ini.

h.      Bahasa dalam Penyuntingan Karya Ilmiah
Berbagai ketentuan yang sepatutnya mendapat perhatian dari penulis karya ilmiah agar isi pernyataannya komunikatif atau berdaya jual, karya ilmiah itu memenuhi kriteria logis, sistematis, dan lugas. Karya ilmiah logis jika keterangan yang dikemukakan dapat ditelusuri alasan-alasannya yang masuk akal. Karya ilmiah disebut lugas jika disajikan dalam bahasa yang langsung menunjukkan persoalan dan tidak berbunga-bunga. Dalam hubungan dengan penggunaan bahasa, penyunting selanjutnya wajib menguasai pemakaian ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan, pembentukan kata, pemilihan kata, penyuntingan kalimat efektif, dan paragraf karya ilmiah.

i.        Sitematika Penulisan

Thursday, 15 November 2012

Tugas 3

Pengertian, Tujuan, Macam-Macam, Syarat-Syarat dari Alinea


Pengertian Alinea

Alinea atau Paragraf adalah kesatuan pikiran yang lebih luas dari pada kalimat, berupa penggabungan beberapa kalimat yang mempunyai satu gagasan atau satu tema. Meskipun demikian, ada juga alinea yang hanya terdiri dari satu kalimat saja, penyebabnya antara lain :

1. Kurang dikembangkan oleh penulis
2. Sebagai peralihan antara bagian-bagian karangan
3. Dialog antar narasi diperlakukan sebagai satu alinea

Alinea dapat juga diartikan sebagai satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Alinea diperlukan untuk mengungkapkan ide yang lebih luas dari kalimat dari sudut pandang komposisi, alinea sebenarnya sudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab karangan formal yang sederhana boleh saja hanya terdiri atas satu alinea. Jadi, tanpa kemampuan menyusun alinea tidak mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.

Tujuan Pembentukan Alinea

Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan menceraikan suatu tema dari tema yang lain. Oleh sebab itu alinea hanya boleh mengandung suatu tema, bila terdapatdua tema, maka dipecahkan menjadi dua alinea. Memisahkan dan menegaskan perkataan secara wajar dan formal, untuk memungkinkan kita berhenti lebih lama daripada perhatian pada akhir kalimat. Dengan perhentian yang lebih lama ini, konsentrasi terhadap tema alinea lebih terarah.

Macam-Macam Alinea

Berdasarkan sifat dan tujuannya, alinea dapat dibedakan menjadi :
Alinea Pembuka
Alinea Penghubung
Alinea Penutup

Berdasarkan sifat isinya, alinea dapat dibedakan menjadi :
Alinea persuatif
Alinea argumentatif
Alinea naratif
Alinea deskriptif
Alinea ekspositoris

Berdasarkan fungsi, alinea dapat dibedakan menjadi :
Alinea Pembuka
Alinea Pengembang
Alinea Penutup

Syarat-Syarat Pembentukan Alinea

Adapun syarat - syarat dari alinea yaitu :
  • Kesatuan, maksudnya semua kalimat yang membina alinea itu secara bersama-sama menyatakan satu hal suatu hal tertentu.
  • Koherensi, (kekompakan hubungan antara sebuah kalimat dengan kalimat yang lain yang membentuk alinea itu).
  • Perkembangan alinea, (perkembangan alinea adalah penyusunan/ perician daripada gagasan-gagasan yang membina alinea-alinea itu)
  • Efektif, dengan penggunaan kalimat yang efektif, maka ide akan disampaikan secara tepat.

Contoh Alinea

       Berenang merupakan salah satu jenis olahraga yang mampu meningkatkan kesehatan seseorang yang juga merupakan olahraga tanpa gaya gravitasi bumi (non weight barring). Berenang terbilang minim risiko cedera fisik karena saat berenang seluruh berat badan ditahan oleh air atau mengapung. Selain itu berenang merupakan olahraga yang paling dianjurkan bagi mereka yang kelebihan berat badan (obesitas), ibu hamil dan penderita gangguan persendian tulang atau arthritis. Berenang memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan apabila kita melakukannya secara benar dan rutin.


Saturday, 3 November 2012

Wacana


Manfaat Pare atau Paria bagi Kesehatan dan Kecantikan

Ketika kita melihat bentuk dari buah dan juga termasuk sayur ini  memang tidaklah menarik, apalagi terlintas dikepala kita akan rasanya yang pahit dilidah itulah tanaman pare atau paria. Namun dibalik itu semua ternyata tanaman ini mempunyai khasiat yang sangat banyak, terutama untuk kesehatan dan kecantikan.

Dalam bidang kesehatan pare atau paria ini sudah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, baik daun maupun buahnya sebagai  obat anti-diabetes.  Daun atau buah pare biasanya ditumbuk lalu diperas untuk  diambil jusnya. Jus tersebut kemudian diminum secara langsung atau dicampur ramuan lain untuk obat diabetes. Sebagai pilihan  lain, daun pare mungkin dicampurkan sebagai teh untuk mereka yang tidak menyukai rasa pahit yang terlalu kuat atau memiliki masalah pencernaan. 

Selain bermanfaat untuk kesehatan ternyata pare atau paria ini juga bermanfaat bagi kecantikan. Buah pare atau paria juga dapat dijadikan pemutih dan pelembut alami, dan tidak menimbulkan efek samping. Sebagai pemutih dan pelembut alami buah pare atau paria ini dengan mengolahnya menjadi masker wajah ataupun sebagai lulur untuk tubuh. 

Penggunaan pare atau paria untuk kesehatan maupun kecantikan, hendaknya diikuti dengan kerajinan dn ketekunan jika ingin mencapai hasil yang maksimal. 

Thursday, 1 November 2012

Wacana "Kacamata Minus"


Pengguna kacamata berlensa minus banyak kita jumpai di sekitar kita. Apa sebenernya minus atau miopia itu ? Bagaimana cara mengatasinya ?
  
Miopia atau rabun jauh merupakan kelainan atau gangguan refraksi pada sumbu bola mata, sehingga bayangan jatuh di belakang. Inilah yang membuat pandangan menjadi kabur. Untuk mengoreksi atau memperbaiki, digunakan kacamata dengan lensa minus.

Mengenai kondisi mata yang miopianya terus bertambah, ada baiknya untuk diperiksakan ke dokter mata. Secepat apa perubahan tersebut, lalu bagaimana kondisi mata di awal memakai kacamata. Ini juga untuk mencegah apabila ada gangguan pada mata kita yang dapat menyebabkan gangguan lebih lanjut pada retina. 

Pada kenyataannya, menonton televisi atau pun membaca tidak menyebabkan mata miopia menjadi terus bertambah. Ini karena kelainan bersumber dari dalam mata itu sendiri.

Untuk memperbaiki, sekarang banyak dikenal metode lasik. Metode ini menggunakan laser untuk mendatarkan bagian kornea Anda, sehingga bayangan tepat jatuh pada sumbu mata Anda. 

Tentang penggunaan obat-obatan, tidak ada yang dapat menyembuhkan miopia. Kebanyakan hanya berupa kepercayaan masyarakat atau obat-obatan alternatif yang tidak didukung bukti ilmiah. Pun harus juga diketahui efek samping dari obat-obatan tersebut. Penanganan pada miopia adalah dengan pemakaian kacamata atau dengan metode lasik.

Pilihan Kata (Diksi)


Pengertian Diksi

Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara.Arti kedua, arti "diksi" yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata - seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya.

Diksi memiliki beberapa bagian: pendaftaran - kata formal atau informal dalam konteks sosial - adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks.
Diksi terdiri dari delapan elemen: Fonem, Silabel, Konjungsi, Hubungan, Kata benda, Kata kerja, Infleksi, dan Uterans.

Macam-macam Diksi

1. Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh:
bohong = dusta
bertemu = berjumpa
buruk = jelek
bunga = kembang
mati = wafat
aku = saya
melihat = melirik

2.  Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Contoh:
keras = lembek
naik = turun
kaya = miskin
atas = bawah
mahal = murah
lebar = sempit
rajin = malas
panjang = pendek
pintar = bodoh

3.   Polisemi adalah suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu.
Contoh :
Budi masih punya hubungan darah dengan keluarga Bu Susi. (darah = kesaudaraan)
Tubuhnya berlumuran darah setelah kepalanya terbentur tiang listrik. (darah = yang berada dalam tubuh)
Perhatikan kata darah pada kalimat pertama berarti keluarga (makna konotasi), sedangkan darah pada kalimat kedua berarti zat merah dalam tubuh kita (makna denotasi).

4.  Homonim suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama. Jika lafalnya sama disebut homograf, namun jika yang sama adalah ejaannya maka disebut homofon. Seperti: hak pada hak asasi manusia, dan hak pada hak sepatu.

5.  Akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata, atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar. Misal: rudal untuk peluru kendali (KBBI Edisi Ketiga). Perihal akronim dalam perspektif ilmu bahasa dan aplikasinya dalam teknologi informasi telah dijelaskan oleh Zahariev.

6. Homograf  adalah kata yang sama ejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda lafal dan maknanya. Dalam bahasa Indonesia, contoh homograf antara lain adalah "teras" yang dapat bermakna inti kayu atau bagian rumah, dan "apel", yang dapat bermakna buah atau kumpul.

7. Homofon  adalah kata yang diucapkan sama dengan kata lain tetapi berbeda dari segi maksud. Perkataan-perkataan yang homofon mungkin dieja dengan serupa atau berbeda; "buku" (bahan bacaan) dan "buku" (bagian di antara dua ruas); "massa" (dalam perkataan media massa) dan "masa" (waktu). Perkataan-perkataan ini adalah serupa dari segi sebutan tetapi mempunyai arti yang berbeda, atau merujuk kepada perkara yang tidak sama. Homofon merupakan sejenis homonim, meskipun kadang-kala homonim digunakan untuk merujuk hanya kepada homofon yang mempunyai ejaan yang sama tetapi arti yang berlainan. Istilah ini juga digunakan untuk unit-unit yang lebih singkat daripada perkataan, seperti huruf atau beberapa huruf yang disebut sama dengan huruf lain atau kumpulan huruf yang lain. Homofon adalah istilah yang berlawanan dengan homograf.

Makna Kata Diksi

Makna sebuah kata / sebuah kalimat merupakan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. Adapun makna menurut (Chaer, 1994: 60) terbagi atas beberapa kelompok yaitu :

Makna Leksikal

Makna yang sesuai dengan referennya, sesuai dengan hasil observasi alat indera / makna yg sungguh-sungguh nyata dlm kehidupan kita. Contoh: Kata tikus, makna leksikalnya adalah binatang yang menyebabkan timbulnya penyakit (Tikus itu mati diterkam kucing).

Makna Gramatikal

Untuk menyatakan makna-makna atau nuansa-nuansa makna gramatikal, untuk menyatakan makna jamak bahasa Indonesia, menggunakan proses reduplikasi seperti kata: buku yg bermakna “sebuah buku,” menjadi buku-buku yang bermakna “banyak buku”.

Makna Referensial dan Nonreferensial

Makna referensial & nonreferensial perbedaannya adalah berdasarkan ada tidaknya referen dari kata-kata itu. Maka kata-kata itu mempunyai referen, yaitu sesuatu di luar bahasa yang diacu oleh kata itu. Kata bermakna referensial, kalau mempunyai referen, sedangkan kata bermakna nonreferensial kalau tidak memiliki referen. Contoh: Kata meja dan kursi (bermakna referen). Kata karena dan tetapi (bermakna nonreferensial).

Makna Denotatif dan Konotatif

Makna denotatif adalah makna asli, makna asal atau makna sebenarnya yang dimiliki sebuah leksem. Contoh: Kata kurus, bermakna denotatif keadaan tubuhnya yang lebih kecil & ukuran badannya normal.  Makna konotatif adalah: makna lain yang ditambahkan pada makna denotatif tadi yang berhubungan dengan nilai rasa orang / kelompok orang yang menggunakan kata tersebut. Contoh: Kata kurus pada contoh di atas bermakna konotatif netral, artinya tidak memiliki nilai rasa yang mengenakkan, tetapi kata ramping bersinonim dengan kata kurus itu memiliki konotatif positif, nilai yang mengenakkan. Orang akan senang bila dikatakan ramping.

Makna Konseptual dan Makna Asosiatif

Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. Contoh: Kata kuda memiliki makna konseptual “sejenis binatang berkaki empat yg bisa dikendarai”. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem / kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan suatu yang berada diluar bahasa . Contoh: Kata melati berasosiasi dg suatu yg suci / kesucian. Kata merah berasosiasi berani / paham komunis.

Makna Kata dan Makna Istilah

Makna kata, walaupun secara sinkronis tidak berubah, tetapi karena berbagai faktor dalam kehidupan dapat menjadi bersifat umum. Makna kata itu baru menjadi jelas kalau sudah digunakan dalam suatu kalimat. Contoh: Kata tahanan, bermakna orang yang ditahan,tapi bisa juga hasil perbuatan menahan. Kata air, bermakna air yang berada di sumur, di gelas, di bak mandi atau air hujan.  Makna istilah memiliki makna yang tetap dan pasti. Ketetapan dan kepastian makna istilah itu karena istilah itu hanya digunakan dalam bidang kegiatan atau keilmuan tertentu. Contoh: Kata tahanan di atas masih bersifat umum, istilah di bidang hukum, kata tahanan itu sudah pasti orang yang ditahan sehubungan suatu perkara.

Makna Idiomatikal dan Peribahasa

Yang dimaksud dengan idiom adalah satuan-satuan bahasa (ada berupa baik kata, frase, maupun kalimat) maknanya tidak dapat diramalkan dari makna leksikal, baik unsur-unsurnya maupun makna gramatikal satuan-satuan tersebut. Contoh: Kata ketakutan, kesedihan, keberanian, dan kebimbangan memiliki makna hal yg disebut makna dasar, Kata rumah kayu bermakna, rumah yang terbuat dari kayu.
Makna pribahasa bersifat memperbandingkan atau mengumpamakan, maka lazim juga disebut dengan nama perumpamaan. Contoh: Bagai, bak, laksana dan umpama lazim digunakan dalam peribahasa.

Makna Kias dan Lugas

Makna kias adalah kata, frase dan kalimat yang tidak merujuk pada arti sebenarnya.
Contoh: Putri malam bermakna bulan , Raja siang bermakna matahari.
Agar dapat menghasilkan cerita yang menarik melalui pilihan kata maka diksi yang baik harus memenuhi syarat, seperti :
•        Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan suatu gagasan.
•        Seorang pengarang harus mempunyai kemampuan untuk membedakan secara tepat
          nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan
          untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa bagi pembacanya.
•        Menguasai berbagai macam kosakata dan mampu memanfaatkan kata-kata tersebut
          menjadi sebuah kalimat yang jelas, efektif dan mudah dimengerti.

Contoh Paragraf :
Hari ini Aku pergi ke pantai bersama dengan kawanku. Udara disana sangat sejuk. Kami bermain bola air sampai tak terasa hari sudah sore. Kamipun pulang tak lama kemudian.

http://id.wikipedia.org/wiki/Diksi
http://oliaoktaviani.blogspot.com/2012/10/diksi.html
http://bomy08.blogspot.com/2012/10/pengertiankriteriadan-macam-macam-diksi.html

Plurk

Follow

Total Pageviews